Time goes fast, unexpectedly.
Sekarang malah ketika saya melewati sebuah SMP negeri dan melihat para siswanya yang mengerumuni jajanan di pinggir jalan, ingin sekali saya untuk kembali lagi. Well, mungkin bukan untuk kembali belajar rumus-rumus fisika [menyebalkan] itu, tapi to feel young again. To feel that you still have many years ahead until you're called as an adult. (Dan sekarang jarak ke angka duapuluh itu hanya 1 bulan!)
Mungkin sudah saatnya Mesin Waktu benar-benar ditemukan; bukan untuk maju, tetapi untuk sesekali menegasikan waktu. Dan karena itu adalah sebuah Mesin Waktu, tentu saja kita bisa kembali pulang ke detik sekarang dan berpura-pura tak terjadi apa-apa.
[Yah... tapi tentu kau sudah tahu, kan, bahwa yang namanya 'sekarang' itu tak ada?]