Rabu, 22 April 2015

Catatan Menuju Duapuluh; Bagian 5

Rabu, 22 April 2015

(3 menuju 20)

Hari ini lelah haha. I’ve come to realise more that I’m the type of person who can’t be easily understood by others. I’m just too complicated, with even more complicated mind. The problem is, sometimes I couldn’t say properly what I’m going to say (I tend to say something straightforwardly with high incomprehensibility lol). The more I try to explain, the more I hate that person because she or he just cannot understand what I say.

I wish there will be a cure for this.

Anyway, hari ini saya jadi menentukan pilihan bahwa saya akan fokus untuk mencari pendidikan S2 yang berhubungan dengan target field saya nanti, yaitu penerjemahan. Sepertinya mulai sekarang saya akan mulai mencari-cari info tentang school of translation mana yang terbaik. Semoga saja keputusan ini tidak akan berubah-ubah lagi, ya. Walaupun kalau memang harus berubah juga tak apa-apa.

Besok, hanya ada 1 hari lagi sebelum Papa dan Lia datang! Dan kabar baiknya, saya bisa menjemput mereka setelah diberi tahu kalau hari Jumat besok saya tidak bisa mengajar (lagi) karena anak-anaknya harus ikut Perjusa. Fine. Silver linings, at least.

Wah, gila, sih. Kurang dari tiga hari lagi untuk menikmati sembilan belas. Maka, izinkan saya untuk menuliskan angka itu sepuasnya. Di dalam hati.
Fine. Mungkin tak apa jika dituliskan di sini juga.
19. 19. 19. 19. 19. SEMBILAN BELAS! SEMBILAN BELAS! SEMBILAN BELAS! SAYA SEMBILAN BELAS TAHUN!

LOL. Okay. Now I’m ready. I should be.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar