Kamis, 23 April 2015

Catatan Menuju Duapuluh; Bagian 6

Kamis, 23 April 2015

(2 hari menuju 20)

Hari ini lebih positif, deh

Seperti biasa; pagi-pagi dateng telat ke kelas Tepeng (Teori Pengajaran Bahasa Inggris) tapi tetep dapet presensi haha *I’m such a professional, right?* UTS-nya belum dibagiin, tapi tadi dikasih tahu nilai terendah dan tertinggi. I didn’t hope for the best, but please, don’t make it the least *crossing fingers*. Presentasi, bla bla... dan akhirnya selesai.

Nunggu kelas Reading seperti biasa, dan bapaknya masuk 1 jam sebelum kelas bubar *tumben, biasanya 10 menit sebelum bubar LOL*. Tiba-tiba aja bapaknya ngasih kertas dan bilang kita kuis. Fine, sekelas sih pasrah-pasrah aja. Belajar ga belajar ga ngaruh juga... secara kita kerjanya cuma baca long selections and nothing more. I mean; ga ada teori atau apapun itu yang bener-bener kita pelajarin semester ini, so the test must be something we need to think using only our own knowledge.

Anyway, bacaan di soal nya tentang misunderstanding about love. We don’t feel love, but we do love. It’s all about commitment to be responsible to our significant other. That’s love. Then the question is; does true love really exist? Bapaknya nanya ke kita yang cewek: kalian lebih pilih mana; someone whom you don’t love but is responsible, or someone whom you love but is not responsible.

That’s tough, really. *haha* Saya memilih opsi pertama. Kalau soal memilih antara cinta atau orang yang baik, yang bertanggungjawab, jelas saya memilih yang kedua. Tapi kalau pertanyaannya masih pertanyaan klasik—cinta atau uang?—yang selalu jadi kontroversi antara saya dan teman-teman di kosan, saya masih akan memilih cinta. Maksudnya, ini ga mungkin juga kan walaupun saya memilih cinta dan orang saya cintai itu bener-bener penniless? Konteksnya di sini maksudnya yang ‘agak kekurangan’, kan? Yap, saya tetap memilih opsi pertama. Uang bisa dicari, dan lagian ga usah khawatir tentang uang karena rezeki milik kita udah ditentuin dari awal dan ga bakal pindah ke orang lain. Selama kita masih hidup, itu artinya kita masih akan diberikan rezeki oleh Allah. Sedikit atau banyak, itu hanya soal kita mensyukuri atau tidak. Dengan mensyukuri apa yang kita miliki, kita akan selalu merasa cukup, kan? Kita bersyukur karena kita masih diberikan dalam jumlah seperti itu, tidak dikurangi sama sekali. Akan selalu ada kalimat ‘ini lebih baik, bukan, daripada...’. Bayangkan aja kalau kita terbiasa bersyukur untuk hal-hal kecil, bagaimana senangnya kita ketika mensyukuri atas hal-hal yang besar? J

Oh ya, tadi siang saya dan dua teman saya ikut seminar softskills di Balai Sidang *ah that memorable place!*. Seminarnya lumayan berguna, jadi tahu kalau kita harus bisa mengontrol alam bawah sadar (subconscious mind) untuk bisa lebih maksimal dalam menggunakan potensi diri kita. Selain itu, kita juga harus bisa menyelaraskan pikiran, perasaan, dan perbuatan agar hidup lebih positif. I don’t know how, but let’s just try it anyway. Dan ngomong-ngomong saya baru tahu ketika kita mengatupkan kedua tangan, ibu jari yang terletak di paling atas bukan menunjukkan bagian otak dominan kita, melainkan ibu jari yang terletak di bawah. Kalau begitu, saya lebih dominan otak kanan padahal selama ini saya selalu yakin bahwa saya tipe left-brain dominant. Entahlah, mungkin itu berarti saya lumayan seimbang antara otak kiri-kanan *semoga begitu ya haha*. Beberapa ciri otak kanan emang ada di saya sih, misalnya lebih fokus ke nada daripada ke lirik ketika mendengar lagu. Yap, saya juga sadar saya tidak terlalu terorganisir walaupun saya suka selalu membuat rencana di awal *yang pada akhirnya sedikit banyak tidak berjalan lancar hehe*.  Anyway, it’s always interesting to know ourselves better, right?

(Oh ya, ada juga teori menarik tentang extrovert-introvert, tapi sepertinya tidak akan saya ceritakan sekarang hehe)

Besok harus bangun pagi, soalnya. Harus menjemput tamu yang sudah ditunggu-tunggu haha.


Keep positive! Be optimistic about your life! And you’ll see great things coming to your life. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar